Analisis Faktor Determinan yang Berhubungan dengan Perilaku Menyusu Dini pada Bayi di Wilayah Puskesmas Bobong Kabupaten Pulau Taliabu
Keywords:
ASI kolostrum, pengetahuan ibu, dukungan keluarga, ibu bersalinAbstract
Pemberian ASI kolostrum merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kesehatan dan ketahanan tubuh bayi baru lahir. Namun, masih terdapat ibu yang tidak memberikan ASI kolostrum kepada bayinya karena berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI kolostrum pada ibu bersalin di Puskesmas Bobong Kabupaten Pulau Taliabu Tahun 2025. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 159 ibu bersalin yang dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik.
Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan ASI kolostrum kepada bayinya (71,7%). Sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan cukup (73,6%), tingkat pengetahuan cukup (71,1%), dan memperoleh dukungan keluarga yang cukup (69,2%). Temuan ini menunjukkan bahwa mayoritas ibu bersalin telah memiliki pemahaman dan dukungan yang baik terkait pentingnya pemberian ASI kolostrum.
Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI kolostrum. Dari 113 ibu yang memiliki pengetahuan cukup, sebanyak 92,0% memberikan ASI kolostrum, sedangkan dari 46 ibu yang memiliki pengetahuan kurang, sebanyak 78,3% tidak memberikan ASI kolostrum. Uji Chi-Square menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dan pemberian ASI kolostrum.
Selain itu, dukungan keluarga juga terbukti berhubungan signifikan dengan pemberian ASI kolostrum. Sebanyak 96,4% ibu yang memperoleh dukungan keluarga memberikan ASI kolostrum, sedangkan 83,7% ibu yang kurang mendapat dukungan keluarga tidak memberikan ASI kolostrum. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga memiliki hubungan yang bermakna dengan pemberian ASI kolostrum pada ibu bersalin.
Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa pengetahuan ibu dan dukungan keluarga merupakan faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI kolostrum. Variabel yang paling dominan adalah dukungan keluarga dengan nilai Exp(B)=11,77, diikuti oleh pengetahuan ibu dengan nilai Exp(B)=4,97. Dengan demikian, peningkatan pengetahuan ibu serta penguatan dukungan keluarga perlu menjadi fokus dalam program promosi kesehatan untuk meningkatkan praktik pemberian ASI kolostrum pada bayi baru lahir.
References
A. H. Markum, 2017, Ilmu kesehatan anak. Fakultas kedokteran niversitasIndonesia, Jakarta
BK, PP, ASI, 2018, Taktik baru pemasaran dan pelanggaran kode Intersnasional Pemasaran PASI di Indonesia. Yasi, Jakarta.
BPS, 2021, Statistik Indonesia. BPS.
Budiarto Eko, 2020, Biostatistika Untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. EGC, Jakarta.
Kemenkes RI, et al, 2020. Strategi Nasional Peningkatan Pemberian ASI Sampai tahun 2020. Jakarta.
Hapsari Dwi, 2020, Telaah Berbagai Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Pertama (Kolostrum).http://digilib.litbang.depkes.go.id, diakses 29 Maret 2020.
Hubertun, 2019, Manajemen Laktasi. Jakarta.
Kustiah, 2021, Psikologi Pendidikan, Universitas Negeri Makassar. Makassar.
Manuaba, 2018, Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk pendidikan Bidan. EGC, Jakarta.
Purwanto, 2019, Pengaruh Ibu Terhadap Keberhasilan Menyusui dan Terjadinya Goncangan Pertumbuhan Bayi. IKA UNDIP Vol. 32.
Purwanti, 2020, Pengaruh Ibu Terhadap Keberhasilan Pemberian Asi kepada bayi, http://digilib.litbang.depkes.go.id, diakses 29 Maret 2017.
Rini, 2019, Hubungan Beberapa Faktor dengan Motivasi Pemberian ASI Ekslusif di RSIA Sitti Fatimah Makassar.
Roeli, Utama, 2018, Asi Kolostrum, http://digilib.litbang.depkes.go.id, diakses 29 Maret 2012.
Soetjaningsih, 2017, ASI Petunjuk Untuk Tenaga Kesehatan. EGC, Jakarta.
Soekidjo, 2018, Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta, Jakarta.
Soeparmanto Paiman dan Catur Rahayu Solehah, Hubungan Antara Pola Pemberian ASI dengan Faktor Sosial, Ekonomi, Demografi dan Perawatan Kesehatan. Artikel. http://www.tempo.co.id, diakses 29 Maret 2018.
WHO, 20020, Pedoman Praktis Safe Motherhood. EGC, Jakarta.
Waldi, 2018, Ilmu Kesehatan Anak. Prima Media Pustaka, Jakarta.